
TALAUD – Di tengah arus perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat, Pendidikan Agama Kristen (PAK) terus beradaptasi dan mengambil peran aktif untuk menjawab tantangan zaman. Merespons dinamika tersebut, Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Kristen mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Jemaat GERMITA Efrata Sawang, Kabupaten Kepulauan Talaud. Kegiatan kali ini secara khusus menyoroti isu krusial dengan mengangkat tema, “PAK di Era Digital”.
Kegiatan PKM ini diharapkan dapat menjadi ruang belajar bersama yang interaktif bagi jemaat. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman tentang bagaimana iman Kristen seharusnya menuntun “jari” setiap individu dalam menggunakan smartphone dan media sosial. Melalui pendekatan ini, masyarakat diedukasi untuk bermedia sosial dengan bijak, bertanggung jawab, serta mampu memanfaatkannya sebagai sarana yang positif untuk memuliakan Tuhan.
Pada hari pertama pelaksanaan kegiatan, sesi edukasi dipimpin oleh pemateri Ibu Grace Birahim, M.Pd.K. Mengambil audiens dari kalangan generasi penerus gereja, beliau hadir bersama para remaja dan pemuda GERMITA Efrata Sawang. Ibu Grace secara komprehensif mengedukasi peserta mengenai integrasi antara iman, kecakapan digital, serta keterampilan praktis. Edukasi ini dirancang dengan tujuan luhur agar anak-anak muda, khususnya yang berada di wilayah kepulauan, tidak tertinggal oleh zaman, melainkan dapat terus bertumbuh, berdaya, dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya.

Kepala Program Studi S2 PAK, Dr. Rolina A.E Kaunang, M.Pd.K., turut menegaskan komitmen institusi pendidikan dalam membangun masyarakat melalui literasi dan iman. Ia menyampaikan harapan besarnya dari terselenggaranya kegiatan pengabdian ini.
“Semoga ilmu yang dibagikan menjadi bekal untuk mengembangkan kapasitas diri dan menjadi awal langkah kecil untuk mengentaskan kemiskinan pengetahuan dan wawasan, demi hidup yang lebih baik di masa depan,” ujar Dr. Rolina menutup pesannya.

Kehadiran program S2 PAK di Talaud ini menjadi wujud nyata bahwa pendidikan agama tidak hanya sebatas teori di dalam ruang kelas, melainkan sebuah gerakan praktis yang langsung menyentuh masyarakat, memastikan generasi muda kepulauan siap menghadapi era digital dengan pondasi iman yang kokoh.