Sebuah keputusan besar dan penuh keberanian baru saja diambil oleh tokoh agama dan akademisi asal Nusa Utara, Pdt. Dr. Yohan Brek, M.Th., M.Pd. Demi menjawab panggilan pelayanan yang lebih besar, beliau memutuskan untuk mundur dari posisinya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Langkah pengorbanan ini diambil semata-mata untuk memfokuskan diri berjuang sebagai Calon Ketua Sinode Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST).

Keputusan meninggalkan kenyamanan dan stabilitas karir di sektor pemerintahan (PPPK) bukanlah hal yang mudah bagi kebanyakan orang. Namun, bagi Pdt. Yohan Brek, panggilan untuk menggembalakan jemaat dan membawa arah pembaruan bagi Sinode GMIST jauh lebih bernilai. Ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan totalitas pelayanannya bagi gereja Tuhan, khususnya bagi masyarakat Sangihe, Talaud, dan Sitaro.

Rekam Jejak Gemilang: Gembala, Akademisi, dan Penulis

Pdt. Dr. Yohan Brek bukanlah nama baru dalam lingkungan pelayanan GMIST maupun dunia pendidikan teologi di Sulawesi Utara. Kapasitasnya sebagai seorang pemimpin rohani telah teruji melalui rekam jejaknya yang panjang.

  • Pemimpin Pastoral: Beliau telah lama mengabdi sebagai Ketua Majelis Pekerja Jemaat (MPJ) di GMIST Jemaat Musafir, Kota Manado, memimpin jemaat dengan visi yang kuat dalam bidang konseling dan pembinaan rohani.

  • Akademisi Teologi & Pendidikan: Dengan latar belakang pendidikan strata tiga (Dr.) serta gelar Magister Teologi (M.Th.) dan Magister Pendidikan (M.Pd.), beliau aktif dalam dunia akademik, khususnya di bidang Konseling Pastoral, termasuk keterlibatannya di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado.

  • Penulis Buku Kultural-Teologis: Beliau dikenal memiliki perhatian mendalam terhadap budaya lokal Nusa Utara. Hal ini tertuang dalam karya tulisnya, salah satunya buku “Budaya Masamper Lifestyle Masyarakat Nusa Utara: Strategi Konseling Pastoral dalam Misi Pendidikan Kristiani di Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud”. Buku ini menunjukkan kecerdasannya mengintegrasikan kearifan lokal dengan pendidikan iman Kristen.

Makna di Balik Keputusan Mundur dari PPPK

Dalam dinamika sosial saat ini, status aparatur sipil negara seperti PPPK adalah pencapaian karir yang sangat didambakan karena menjamin kestabilan masa depan. Keputusan Pdt. Yohan Brek untuk melepaskan status tersebut mengirimkan pesan yang kuat kepada jemaat GMIST: pelayanan bukanlah tentang mencari zona nyaman, melainkan tentang pengorbanan.

Langkah ini juga memastikan bahwa jika kelak beliau dipercaya oleh peserta Sidang Sinode untuk memegang tampuk kepemimpinan GMIST, beliau tidak akan terbagi fokusnya. Beliau siap memberikan 100% waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mengurus gereja, para pelayan khusus (Pelsus), dan ratusan jemaat GMIST yang tersebar di wilayah kepulauan hingga perkotaan.

Harapan Baru bagi Sinode GMIST

Kandidasi Pdt. Dr. Yohan Brek membawa harapan segar bagi arah Sinode GMIST ke depan. Berbekal keahlian khusus di bidang Pendidikan Agama Kristen dan Konseling Pastoral, beliau diyakini mampu membawa solusi untuk berbagai tantangan gereja modern.

Beberapa harapan yang mengiringi pencalonan beliau antara lain:

  1. Penguatan Karakter Jemaat: Menghadapi era digital dan pergeseran moral, latar belakangnya sebagai ahli pendidikan Kristen akan sangat berguna dalam memperkuat kurikulum pembinaan jemaat, mulai dari sekolah minggu hingga kelompok lanjut usia.

  2. Pemeliharaan Mental dan Spiritual: Keahliannya dalam konseling pastoral sangat relevan untuk membantu jemaat dan sesama pendeta dalam menghadapi tekanan mental, ekonomi, dan sosial pasca-pandemi.

  3. Pelestarian Budaya Nusa Utara: Melalui pendekatan teologi kultural (seperti yang ia kaji lewat budaya Masamper), beliau diyakini mampu menjaga identitas asli GMIST yang kaya akan nilai-nilai persaudaraan masyarakat kepulauan.

Pilihan telah dibuat, dan layar telah dibentangkan. Langkah Pdt. Dr. Yohan Brek untuk meninggalkan PPPK adalah bentuk manifestasi iman dan ketegasan sikap seorang pelayan Tuhan. Kini, jemaat dan para peserta perwakilan Sinode GMIST yang akan menentukan apakah visi pengorbanan ini akan menjadi nakhoda baru bagi bahtera GMIST di masa depan.

Penulis: Dr. Jhoni