MOBILE MULTIMEDIA

  1. Abstrak

Perkembangan pesat dalam ICT (Information Communication Technology) telah mengubah gaya hidup pada saat ini. Penyebaran informasi dengan metode yang menerapkan ICT seperti promosi, berita, pembelajaran, permainan. Semua informasi dapat diakses diakses melalui perangkat mobile. Pada saat ini ini kita dapat melihat penggunaan ponsel cepat berkembang secara global. Perangkat ini juga digunakan untuk mengakses informasi dari Internet. Di era multimedia, mobile multimedia dianggap sebagai media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan promosi kepada para penggunanya misalnya untuk informasi tempat pariwisata, kebutuhan transportasi, dan masih banyak lagi.

 

  1. Mobile Multimedia

Pada saat ini komputer dan perangkat lunak yang digunakan memberikan kemudahan bagi orang dengan metode baru mengakses informasi. Alat-alat ini dapat dengan mudah mempromosikan dan meningkatkan pemahaman pengguna pada konten multimedia. Mereka dapat menemukan informasi, menggunakan gambar, suara serta teks untuk mengkomunikasikan apa yang telah mereka pelajari. Ledakan pertumbuhan perangkat mobile meningkakan upaya luas untuk mengembangkan hampir teknologi apapun. Yang biasanya menggunakan komputer desktop ke perangkat mobile. Teknologi mobile menawarkan kesempatan untuk menanamkan belajar di lingkungan alam. Perangkat mobile seperti smartphone menjadi lebih luas pengunaannya seperti di sekolah, dan sebagai bentuk komputasi yang berkembang ke dalam lingkungan penggunaan mobile.

Mobile learning merupakan inovasi baru sebagai metode pembelajaran berbasis handphone. Mobile learning ini sangat bermanfaat bagi para pelajar dalam proses pembelajaran. Dengan adanya program mobile learning ini baik pelajar maupun pihak pendidik tidak harus bergantung dengan pembelajaran tatap muka. Melihat banyaknya manfaat yang ditawarkan oleh mobile learning rasanya kita wajib memperkenalkan inovasi baru ini ke dalam kelas. Hal ini dapat dijadikan sebagai alternatif peningkatan keefektifan belajar, karena pembelajaran tidak hanya dapat dilakukan di dalam kelas dengan bertatap muka, tetapi belajar bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja tidak terikat ruang dan waktu.

Agar implementasi mobile learning dapat berjalan dengan baik dalam meningkatkan keefektifan pembelajaran maka dibutuhkan strategi difusi yang baik pula. Menurut Roger terdapat empat elemen dasar dalam proses difusi, yakni : inovasi itu sendiri, saluran komunikasi atau orang yang mendifusikan, waktu yang dibutuhkan dalam proses difusi serta system sosial atau sasaran. Serta memiliki tahapan antara lain : (1) pengetahuan, (2) persuasi, (3) keputusan, (4) dan konfirmasi. Agar inovasi yang ditawarkan dapat diterima dengan baik maka:

Pertama, inovasi yang dalam hal ini adalah mobile learning harus mulai diperkenalkan kepada sasarannya, dalam hal ini pihak yang terkait dengan pembelajaran (baik pendidik maupun peserta didik). Setelah pendidik dan peserta didik tersebut telah memiliki pengetahuan tentang apa itu sebenarnya mobile learning, maka tahap kedua yaitu persuasi, dimana agen difusi tersebut harus mampu mempengaruhi dan mengajak mereka untuk menggunakan mobile learning untuk mendukung proses pembelajaran. Hal itu dapat dilakukan dengan menyampaikan manfaat dan kemudahan yang ditawarkan mobile learning untuk membangkitkan minat dan ketertarikan pelaksana pendidikan tersebut.

Semakin tinggi keterampilan agen difusi dalam mendifusikan inovasi mobile learning tersebut maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan agar mobile learning dapat diterima dan dimanfaatkan para pelaksana pendidikan. Hingga akhirnya pada tahap ketiga ini pelaksana pendidikan tersebut mengambil keputusan untuk memanfaatkan mobile learning sebagai program pendukung pembelajaran. Tahap selanjutnya yaitu implementasi, pelaksana pendidikan itu dapat mengimplementasikan dalam proses pembelajaran yang mereka lakukan. Dalam pengimplementasian ini pendidik dan peserta didik diharapkan lebih intensif dalam memanfaatkan mobile learning untuk memberikan variasi pada pembelajaran konvensional yang masih mereka gunakan. Contohnya pendidik mulai membiasakan memberikan tugas atau meminta peserta didik untuk mengunduh materi pembelajaran yang ada di situs web melalui program mobile learning.

Setelah materi tersebut diunduh maka dengan demikian peserta didik dapat mempelajarinya dimanapun dan kapanpun tanpa harus bertatap muka dengan pendidiknya, dengan materi yang di sajikan dengan menarik, memudahkan peserta didik memahami konsep yang ada tanpa harus membayangkan.Tahap terakhir konfirmasi, dimana para pelaksana pendidikan tersebut mengkonfirmasi bahwa dengan banyaknya manfaat serta kemudahan dalam akses dan penggunaannya itu dirasa dapat membantu para pelaksana untuk bisa meningkatkan intensitas belajarnya kapanpun dan dimanapun mereka berada. Dengan demikian diharapkan pemanfaatan mobile learning tersebut dapat membudaya hingga akhirnya akan mewujudkan pembelajaran yang lebih efektif.

 

  1. Pengertian Multimedia

Dahulu, multimedia hanya menggunakan alat-alat berupa speaker dan layar komputer yang terhubung langsung. Saat ini multimedia sudah menggunakan berbagai alat dan media untuk menampilkan fungsi multimedianya. Contohnya adalah handphone dan camera digital.   Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks,  suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan dan Game.

 

  1. Manfaat Multimedia

Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran. Dan di dunia bisnis, multimediadigunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem m-learning.

  1. Mobile Learning (M – Learning)

M-Learning (mobile learning) adalah suatu pendekatan pembelajaran yang melibatkan device bergerak seperti telepon genggam, PDA, Laptop dan tablet PC, dimana pembelajar dapat mengakses materi, arahan dan aplikasi yang berkaitan dengan pelajaran tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu, dimanapun dan kapanpun mereka berada. Mobile learning didefinisikan oleh Clark Quinn (Quinn 2000) sebagai “The intersection of mobile computing and e-learning: accessible resources wherever you are, strong search capabilities, rich interaction, powerful support for effective learning, and performance-based assessment. E-learning independent of location in time or space”. Berdasarkan definisi tersebut, mobile learning merupakan model pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pada konsep pembelajaran tersebut mobile learning membawa manfaat ketersediaan materi ajar yang dapat di akses setiap saat dan visualisasi materi yang menarik.

Mobile learning mengacu kepada penggunaan perangkat/device teknologi informasi (TI) genggam dan bergerak, seperti PDA, telepon genggam, laptop dan tablet PC, dalam pengajaran dan pembelajaran. M-learning merupakan bagian dari electronic learning (e-learning), sehingga dengan sendirinya juga merupakan bagian dari distance learning (d-learning). Beberapa kemampuan penting yang harus disediakan oleh perangkat pembelajaran m-learning adalah adanya kemampuan untuk terkoneksi ke peralatan lain terutama komputer, kemampuan menyajikan informasi pembelajaran dan kemampuan untuk merealisasikan komunikasi bilateral antara pengajar dan pembelajar.

M-learning adalah pembelajaran yang unik karena pembelajar dapat mengakses materi pembelajaran, arahan dan aplikasi yang berkaitan dengan pembelajaran, kapanpun dan dimanapun. Hal ini akan meningkatkan perhatian pada materi pembelajaran, membuat pembelajaran menjadi pervasif, dan dapat mendorong motivasi pembelajar kepada pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning). Selain itu, dibandingkan pembelajaran konvensional, m-learning memungkinkan adanya lebih banyak kesempatan untuk kolaborasi secara langsung dan berinteraksi secara informal diantara pembelajar.

Kelebihan dan Kekurangan M-learning
Beberapa kelebihan m-learning dibandingkan dengan pembelajaran lain adalah sebagai berikut.

  • Dapat digunakan dimanapun dan kapanpun.
  • Kebanyakan device bergerak memiliki harga yang relatif lebih murah dibanding harga PC desktop.
  • Ukuran perangkat yang kecil dan ringan daripada PC desktop.
  • Diperkirakan dapat mengikutsertakan lebih banyak pembelajar karena m- learning memanfaatkan teknologi yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Keterbatasan M-learning
M-learning memiliki keterbatasan-keterbatasan terutama dari sisi perangkat/media belajarnya. Keterbatasan perangkat bergerak antara lain sebagai berikut.

  • Kemampuan prosesor
  • Kapasitas memori
  • Layar tampilan
  • Catu daya
  • Perangkat I/O

Kekurangan m-learning sendiri sebenarnya lambat laun akan dapat teratasi khususnya dengan perkembangan teknologi yang semakin maju. Kecepatan prosesor pada device semakin lama semakin baik, sedangkan kapasitas memori, terutama memori eksternal, saat ini semakin besar dan murah. Layar tampilan yang relatif kecil akan dapat teratasi dengan adanya kemampuan device untuk menampilkan tampilan keluaran ke TV maupun ke proyektor. Masalah media input/output yang terbatas (hanya terdiri beberapa tombol) akan teratasi dengan adanya teknologi layar sentuh (touchscreen) maupun virtual keyboard. Keterbatasan dalam ketersediaan catu daya akan dapat teratasi dengan pemanfaatan sumber daya alternatif yang praktis, mudah didapat dan mudah dibawa, seperti baterai cair, tenaga gerak manusia, tenaga matahari dll.

Untuk penelitian masa depan, mobile multimedia perlu dikembangkan sebagai aplikasi client-side, sehingga pengguna mengakses aplikasi dari web server. Mobile multimedia harus dapat dijalankan pada setiap platform, produk perangkat mobile, dan resolusi dari perangkat mobile.

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di dalam dunia pendidikan terus berkembang dalam berbagai strategi dan pola, yang pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam sistem e-Learning sebagai bentuk pembelajaran yang memanfaatkan perangkat elektronik dan media digital, maupun mobile learning (m-learning) sebagai bentuk pembelajaran yang khusus memanfaatkan perangkat dan teknologi komunikasi bergerak.

Tingkat penetrasi perangkat bergerak yang sangat tinggi, tingkat penggunaan yang relatif mudah, dan harga perangkat yang semakin terjangkau, dibanding perangkat komputer personal, merupakan faktor pendorong yang semakin memperluas kesempatan penggunaan atau penerapan mobile learning sebagai sebuah kecenderungan baru dalam belajar, yang membentuk paradigma pembelajaran yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

Mobile learning merupakan model pembelajaran yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pada konsep pembelajaran ini mobile learning membawa manfaat ketersediaan materi ajar yang dapat di akses setiap saat dan visualisasi materi yang menarik. Istilah M-Learning ini kita fokuskan pada perangkat handphone (telepon genggam). Tujuan dari pengembangan mobile learning sendiri adalah proses belajar sepanjang waktu (long life learning), siswa atau mahasiswa dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran, menghemat waktu karena apabila diterapkan dalam proses belajar maka mahasiswa tidak perlu harus hadir di kelas hanya untuk mengumpulkan tugas, cukup tugas tersebut dikirim melalui aplikasi pada mobile phone yang secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas proses belajar itu sendiri. Selain hal itu, perangkat mobile learning yang berupa handphone itu dirasa lebih ringan dan praktis jika dibanding dengan PC, laptop dan notebook.

Alasan lain menggunakan mobile learning untuk peningkatan keefektifan belajar antara lain:

  1. Pemakaian handphone yang dirasa sudah menjadi kebutuhan pokok para pelajar.
  2. Dapat digunakan untuk menghidupkan atau menambah variasi pada pembelajaran konvensional.
  3. Dapat digunakan untuk menghilangkan formalitas yang di anggap pembelajaran non –tradisional, tidak menarik dan dapat membuat pelajaran lebih menarik.
  4. Dapat membantu memberikan dan mendukung pembelajaran literasi, numerasi dan bahasa.
  5. Menfasilitasi pengalaman belajar baik secara individu maupun kolaboratif.
  6. Dapat membantu pelajar untuk lebih focus untuk waktu yang lebih lama.
  7. Dapat membantu meningkatkan percaya diri dan penilaian diri dalam pendidikan.
  8. Perkembangan Mobile 

Teknologi komunikasi terasa begitu cepat berkembang. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar manusia membutuhkan adanya kemajuan teknologi, baik dalam bidang informasi maupun telekomunikasi. Dalam era ini, masing-masing individu mulai dari kaum bawah hingga kaum atas membutuhkan teknologi yang aplikatif dan multifungsi untuk mempermudah pekerjaan mereka dan meningkatkan pembangunan secara pribadi atau kelompok. Produk yang sungguh terasa perkembangannya dalam hal kecanggihan dan kualitas ialah pada teknologi mobile.

Waktu demi waktu para distributor produk mobile berlomba untuk berinovasi menciptakan teknologi yang baru dan canggih. Mobile ialah teknologi telekomunikasi yang memiliki keunggulan mudah dibawa kemana-mana karena ukurannya yang kurang lebih sebesar genggaman tangan. Tidak hanya itu, mobile juga memudahkan kita berkomunikasi dengan siapapun dan dimanapun tanpa harus bertatap muka atau sibuk mencari telepon umum. Variasi mobile berkembang bukan hanya karena mengikuti perkembangan jaman, tetapi juga menyesuaikan dengan minat dan kebutuhan konsumen.

Seperti kita ketahui pada jaman sekarang ini tidaklah sama dengan jaman dahulu, sudah banyak perkembangan teknologi yang benar-benar sangat pesat dan maju.  Dalam bab ini seperti kita ketahui bahwa mobile pada jaman sekarang banyak sekali dibutuhkan dan digunakan oleh seluruh masyarakat dunia. Dari sisi perkembangannya mobile termasuk teknologi yang berkembang sangat cepat. Seperti contoh dari sisi fiture atau isi dari mobile mendukung untuk seseorang memilih, ini juga disebabkan oleh faktor harga yang ditawarkan atau dipasarkan.

Berbagai layanan dan aplikasi yang ada pada teknologi komunikasi mobile sekarang memang sangat memudahkan bahkan memanjakan kita, tidak hanya dalam hal berkomunikasi melainkan juga dalam hal hiburan dan bisnis. Oleh karena perkembangan yang terjadi, kini alat telekomunikasi juga bermanfaat untuk para pebisnis dalam mempromosikan atau memasarkan produknya hingga ke seluruh dunia. Kemajuan teknologi mobile ini pun mampu memberi manfaat secara politik karena kita dapat dengan mudah melacak seseorang melalui handphone miliknya dan informasi seputar dunia politik pun bisa dengan mudahnya kita dapatkan melalui akses internet. Lalu secara personal, teknologi komuniksai mobile ini mampu membuat penggunanya merasa dimudahkan dalam mengakses apapun secara bebas dan cepat, dan mampu menghibur pengguna dengan layanan, seperti musik, game, dan semacamnya. Alat ini juga bisa digunakan untuk mengabadikan setiap momen penting dalam hidup dengan aplikasi kamera yang berkualitas.

Banyak hal yang dapat kita lakukan dengan telepon genggam kita. Maka dari itu, jangan heran jika kini banyak orang yang lebih senang bersosialisasi dengan handphone-nya. Pada masa kini, orang cenderung anti-sosial. Mereka hanya bergaul dengan gadget yang mereka miliki, bisa dibilang mereka lebih suka eksis di dunia maya. Ada yang menjadi maniak games, ada yang penggila “twitter” dan jejaring sosial lainnya, dan ada pula yang pecinta bertukar pesan melalui layanan SMS. Bisa dipastikan bahwa kini sebagian besar manusia selalu memegang erat telepon genggamnya kemanapun ia melangkah karena memang kita menganggap bahwa alat tersebut sudah menjadi salah satu hal terpenting bagi kita dan juga karena alat tersebut sangat memenuhi kebutuhan kita. Teknologi boleh saja berkembang, tetapi jangan sampai perkembangan itu malah menghancurkan pola pikir kita dan membodohi kita.